------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tuhan ingin membawa hidup kita dari hidup yang lama, ke hidup yang baru. Sama seperti bangsa Israel yang dibawa dari Mesir ke Tanah Perjanjian. Tanah Perjanjian adalah gambaran dari berkat dan kasih karunia Tuhan untuk bangsa Israel. Ketika mereka berpindah ke Tanah perjanjian, yang dirubah Tuhan dalam bangsa Israel bukan hanya tempat tinggal mereka tetapi juga mentalitas mereka.
Begitu juga dalam kehidupan kita, kehidupan kita juga akan dirubahkan Tuhan dari mentalitas budak kepada mentalitas Tanah Perjanjian . Berkat dan kasih karunia Tuhan akan kita dapatkan setelah mentalitas kita diubahkan oleh Tuhan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PROMISE LAND
Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
Ketika berada di Mesir, bangsa Israel dijadikan budak, mereka disiksa dan dipaksa untuk membangun kota Pitom & Raamses, dua proyek besar dan luar biasa yang dipimpin oleh Musa. Mereka dipaksa kerja oleh para pengerah Mesir ( mandor ), sehingga mereka bisa membangun 2 kota yang luar biasa modern dan indah pada masanya tersebut.
Meskipun kehidupannya sangat menderita, tetapi pekerjaan yang mereka lakukan menghasilkan suatu karya yang luar biasa, sebagai budak mereka terus dipaksa untuk bekerja oleh para mandor-mandor mesir, oleh karena itu mereka bisa menghasilkan sesuatu yang besar.
Seperti itulah kehidupan seorang budak, budak memiliki ciri sebagai berikut :
1.Budak bekerja untuk orang lain.
Budak tidak bekerja untuk dirinya sendiri, mereka adalah milik orang lain, dan semua hasil kerjanya akan dimiliki oleh majikannya
2. Melakukan segala sesuatu karena takut akan hukuman
Seperti bangsa Israel yang berhasil membuat karya luar biasa di Mesir, setiap budak juga bisa membuat hal-hal yang besar tetapi merekan tidak akan mendapat apap pun dari hasil pekerjaannya tersebut, mereka juga tidak menginginkan hal tersebut, mereka bekerja hanya karena takut akan hukuman.
3. Hidupnya hanya tergantung belas kasihan majikannya.
Budak hanya mendapatkan sesuatu atas belas kasihan majikannya, tanpa belas kasihan majikannya mereka tidak akan makan dan juga istirahat, kelangsungan hidupnya hanya tergantung dengan belas kasihan majikannya.
Seperti itulah kehidupan sebagai budak secara jasmani, mungkin saat ini perbudakan secara jasmani sudah tidak ada lagi, namun perbudakan secara rohani masih sering terjadi.
Jika saat ini hasil pekerjaan kita hanya dinikmati orang lain, atau jika kita hanya melakukan sesuatu karena tekanan atau takut akan hukuman, itu artinya kita masih berada dalam Mesir rohani, kita masih hidup dengan mentalitas budak.
Contoh kehidupan dengan mentalitas budak di Indonesia:







